Pagi tadi kubernyanyi diatas panggung mentari dan malamnya kubertasbih berkalung mimpi.
Yak, sebaris kalimat seuntai cerita bermakna syukur. Alam bisikkan sebuah nama gadis nan jauh di pelupuk mata. Siapa pula gerangan lelaki yang tak terbuai dibuatnya. Matanya teduh, pintar, senyum tipis dibalut kesehajaan berkerudung biru.
Yok, teriak ku pada si Nona. Berulang kali namamu kusebut dikala gemuruh itu memuncak. Namamu adalah candu pelepas rindu.Namamu menuai cinta.
Yuk, kau bersenda gurau bergerai tawa. ceritamu jadi donggeng tidurku mengapai rahasia alam esok harinya. ku yakin, kulihat, dan kutitipkan pada alam meracik cerita kita. Alam, entah dimana, entah seperti apa waktu itu akan tiba.