“Tertawa itu memang sehat, tertawalah sebelum kau ditertawakan”
Apa yang kalian bayangkan ketika harus beradaptasi dilingkungan baru?Akankah lingkungan menyukaiku atau aku harus merubah lingkungan?Apakah aku bisa nyambung berkomunikasi dengan banyak orang yang berbeda bahasa?Apakah…..ah, sudahlah, lupakan pertanyaan itu semua. aku masih percaya akan keampuhan pepatah minang
“dimano bumi dipijak, disitu langik dijunjuang. Dimano dunsanak marantau, carilah induak samang nan dahulu”
Sesampainya di Madina, 23 Oktober 2011. Aku terperangah dengan apa yang kulihat. kenyataan tidak seperti bayangan suram dalam ketakutan. bangunan kantor bak rumah bagi team kecil dengan mimpi besar. Dari belasan orang yang kutemui, ada seorang yang sangat unik. Perawakannya besar lambang kebesaran hatinya. Tua tua lukiskan banyak goresan pengalaman hidup dan karir di wajahnya. Dengan ke expresifan tingkahnya, kantor dijadikan panggung baginya. Sjamsu Rizal Nasution namanya.
“Ade, Jangan gitu dong mukanya, 4S aja De”, Celetukannya saat lihat kegelisahanku membuat laporan
“4S, Apa tu Be”,Tanyaku sangat penasaran, karena kutau Babe selalu melucu dengan singkatan2 unik nun jadul.
“Senyum, santai, siap sedia, selesai”, terangnya diakhiri tawa khas si kentung.
Ya, 4S adalah salah satu prinsip kerjanya. prinsip sederhana yang membuat perusahaan ini percaya memberikan posisi manager GA pada pensiunan kepala dinas PLN Pusat. wow, dialah sosok Babe sekaligus rekan kerja dengan segudang ilmu yang harus kuserap.
Terimakasih Be, Selalu bertingkah, kami akan jadi penonton dengan segala tawa.
