Indonesia, tanah air ku
Indonesia, tanah surga dari moyangku
Ya, Indonesia. negeriku yang kaya dan subur. Kata guru sd ku, saking kayanya Indonesia, ratusan anastor dibiarkan berlalu. Saking suburnya negeriku, besok malam kau bernazar, lusanya kau dapati kayu menjadi sondang sutera. aik, sudahlah.
Hari ini sedikit bercerita tentang Madina, ku dengungkan kesuburan alam, ku rasakan seruput kopi. Jikalau teman-teman sempatkan mampir disini, kabupaten muda Mandailing Natal, jangan lupa mencicipi Kopi Takar Khas Paranginan. Kopi takar memang tak tertakar nikmatnya. Disajikan dalam gelas tempurung kelapa seakan menambah kesan alami, apalagi aroma khas kopi bercampur kayu manis, behhh nikmat nian sambil dengar riak riak air sungai dibelakang restoran. sejauh jauh mata memandang, aku seakan bersatu dengan tupai tupai yang melompat kian kemari. seteguk dua teguk, segelas jadi dua gelas, alah mak, kok jadi ngantuk. ku tanya pada pak Syamsul,
“pak, ini serius kopi, pakai ‘sayur’ kah?, kok jadi ngantuk?” tanyaku memecah keheningan dalam kenikmatan, halahh
“enggaklah pak, bapak aja aja ada, mentang mentang disini banyak ladang sayur, masak kopi dikasih sayur”jawabnya menyeringai
“bah, bukan gitu pak, beneran jadi ngantuk aku, sapa tau sama seperti kopi ulek kareng khas aceh itu kan, heheheeh, klo iya kan bolehlah sering sering kita disini, hahahaha”
selidik punya selir dik om google, ternyata efek kayu manis memperlancar peredaran darah dan menstabilkan gula darah, sehingga sensasinya membuat peredaran darah dalam tubuh jadi lancar dan merilekskan otot2 tubuh termasuk otot mata, halahh
